HPK taruh disini

Persija Jakarta menjejak semifinal zona Asia Tenggara. Keberhasilan itu tuah dari kejelian Stefano Cugurra dalam membaca situasi permainan. Perubahan-perubahan yang dilakukan jadi cerminannya.
Bersua wakil Singapura, Tampines Rovers, di Stadion Jalan Besar dalam partai keenam Grup H AFC Cup, Selasa (24/4/2018), 'Macan Kemayoran' sukses mengantongi kemenangan dengan skor mencolok 4-2. Empat gol Persija pada pertandingan tersebut dicetak oleh empat pemain. Mereka adalah Rezaldi Hehanusa, Marko Simic, Novri Setiawan, dan Addison Alves.
Jika menilik skor akhir, Persija memang terlihat superior atas lawannya. Namun, bila merujuk pada statistik pertandingan, sebenarnya Tampines Rovers bisa memberikan perlawan yang sengit. Hal itu tercemin dari penguasaan bola 'Si Kijang' yang mencapai 54,3% dan menorehkan 8 tembakan tepat sasaran. Dalam pertandingan ini, Teco -demikian Stefano disapa- menurunkan skuat dan formasi andalannya. Trio Marko Simic, Riko Simanjuntak, dan Novri Setiawan jadi andalan di lini depan. Komposisi Sandi Sute, Rohit Chand dan Ramdani Lestaluhu, menopang di lini tengah. Persija pun tetap menerapkan pressing agresif sejak menit pertama agar lawan kesulitan mengembangkan permainannya. Instruksi itu terlihat dari cara mereka menekan pemain belakang Tampines Rovers sejak menguasai bola di area pertahanannya sendiri. Simic, Riko, dan Novri terus mengejar dan menutup ruang pemain yang memegang bola. Rohit dan Ramdani juga ikut memberikan tekanan.
Nahas, pressing agresif yang diterapkan sukses diredam oleh Tampines Rovers. Instruksi Jurgen Raab agar pemain tengahnya berani menahan bola lebih lama dan melakukan umpan-umpan pendek membuat pressing agresif Persija tak berjalan sempurna.
Satu hal lainnya yang membikin Persija kelabakan ialah operan jauh ke tepi lapangan yang dilakukan pemain belakang Tampines Rovers. Ryuntaro Megumi, Khairul Amri, dan Jordan Webb jadi pemain yang dituju. Beruntungnya, mereka bisa memenangkan duel-duel udara atau datar dengan pemain belakang Persija. Tak heran apabila presentase duel menang Tampines Rovers mencapai 52,6%.
Lalu, satu dua sentuhan mereka bisa merepotkan barisan bertahan Persija. Sebab, ketika mereka dapat menguasai bola banyak ruang yang bisa dieksploitasi untuk melancarkan serangan. Ruang-ruang tersebut berpangkal dari pressing agresif yang diterapkan oleh Persija. Dua gelandang mereka kerap berdiri di sepertiga pertahanan lawan.
Keberhasilan Tampines Rovers meredam pressing agresif Persija berimbas pula pada aliran bola skuat asuhan Teco. Alhasil, Simic, Riko dan Novri tak mendapat suplai bola yang baik. Namun, beruntung bagi Teco, dia punya skuat yang memiliki kemampuan individual di atas rata-rata.
Gol pertama dan gol kedua jadi bukti sahih. Rezaldi Hehanusa yang cakap dalam positioning dan Riko yang piawai mengelabui pemain lawan sebelum menyodorkan umpan tarik kepada Simic.
Bahkan, sepanjang 90 menit pertandingan, Riko dapat mencatatkan 3 assist, 4 dribel sukses, 4 tekel, dan akurasi umpan 79,3%. Torehan yang menggambarkan pemain berusia 26 itu bermain dengan apik. Melihat skuatnya kesulitan membongkar pertahanan lawan, menginjak babak kedua, Teco membuat perubahan besar. Teco menginstruksikan pemainnya untuk menurunkan garis pertahanan dan bermain di kedalaman. Hal tersebut terlihat dari pergerakkan Sute dan Rohit sepanjang babak kedua.
Baca Sumber
